![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
||||||||||||||
Discover Denmark ![]() Snowing in Venice ![]() mekah ![]() mudah-mudahan suatu saat nanti saya diizinkan lagi untuk pergi ke tanah suci dan semoga bersama suami. dari beberapa tempat di negara-negara yang telah saya kunjungi, jujur hanya mekah & madinah saja yang membuat saya ingin kembali. paris indah, seville dan marrakech itu eksotis. tapi bagi saya tidak ada tempat seindah mekah. nikmatnya air zamzam yang ada di masjidil haram tidak ada bandingannya deh! bagi saya, rasa airnya benar-benar beda dengan air mineral yang lain. plus, ngga tau kenapa rasa air zamzam yang di bawa ke tanah air berbeda sekali dengan zamzam yang ada di masjidil haram. beruntung, pada tahun 2003 ketika saya dan orang tua pergi, sedang musim dingin. angin di madinah berhembus kencang sekali sampai membuat kita harus berpegang pada sesuatu. mekah, the city i will always miss... ![]() Hallo! Terima kasih ![]() Ketika berada di Italia, apa yang kami tanyakan dijawab dengan bahasa Italia. Tapi yang menyebalkan ketika di Spain, petugas tiket kereta api malah dengan sombong menolak untuk berbahasa Inggris. Saya tidak tahu, menolak karena tidak mau berbahasa Inggris (yang mana sebenarnya dia bisa) atau menolak karena memang tidak bisa. Huuu-uuuh... Dulu saya pikir hanya orang Prancis yang 'sombong' (tapi sekarang sih sudah berkurang loh), ternyata... Saya kesal, apalagi suami saya. Padahal dengan jumlah turis yang datang ke Spanyol sebanyak 15 juta pertahun, mereka seharusnya mencontoh Bali dong dan menyadari bahwa cukup penting lho untuk les bahasa Inggris. Kalau bisa berbahasa Spanyol tentu kami juga akan dengan senang hati menggunakannya, Pak. Meski Eropa, tidak semua bisa berbahasa Inggris. Tapi jangan khawatir saat berada di Denmark, rata-rata para Danish itu sangat mahir berbahasa Inggris. Kalaupun tidak aktif, mereka yang pasif cukup membantu para traveler kok. Nah, kembali ke Italy atau Spain. Di stasiun sentral, saya melihat banyak sekali gerai yang menjual kamus bahasa. Bahkan beberapa traveler dengan semangat membeli kamus tersebut. Wah, kalau saya sih menolak untuk membeli kamus deh. Bukannya sombong, tapi malah akan menambah 'masalah'. Sebagai ilustrasi, kita tentu senang bila bisa menguasai sebuah bahasa asing. Selain bisa mengerti bila ada orang yang membicarakan kita (hehehe), akan memudahkan kita untuk menanyakan arah tempat tujuan yang dimaksud dengan mudah tanpa harus berpantomim ria alias berbahasa tubuh. Bila menjadi seorang traveler di sebuah negara, saya pasti menunjukkan identitas saya sebagai orang asing dengan menggunakan bahasa Inggris. Bukan apa-apa, tapi bila saya yang memang tidak mengerti bahasa Spanyol ini menyontek kata dari kamus atau buku "Berbicara Bahasa Spanyol dalam 50 Jam" (misalnya), maka akan timbul 'masalah' baru karena orang yang ditanya tentu akan menjawab dalam bahasa Spanyol juga ![]() Jadi lebih baik, menghafal bahasa yang sederhana saja seperti "Halo" dan "Terima kasih". ![]() ![]() Traveler's Tale - SPICE! Magazine Awww... tadi pagi saya mendapat informasi dari Editor in Chief SPICE! Magazine bahwa artikel yang saya tulis tentang Denmark akan dimuat! Yay!!! Tapi edisi pastinya saya belum tahu. Jadi tunggu saja yaaa... ![]() ![]() Partner - 2 ![]() Partner ![]() Bila traveling bersama partner, keuntungan pertama yang didapat adalah menghemat pengeluaran. Yang satu ini penting loh. Terutama di Eropa, bila menginap di hotel, harga-harganya cukup membuat saya pingsan di tempat. Atau saat kami berada di Venice, incaran kami adalah mengelilingi Venice dengan gondola. Untuk pasangan yang belum lama menikah seperti kami tentu ini adalah hal yang romantis. Mau tau berapa harga yang mereka tawarkan? EUR 80. Nah, kalau bersama partner bisa saja di split dengan masing-masing membayar EUR 40. Kalau sendirian? Harus tanggung sendiri kan. Oh ya, kami tidak jadi naik gondola. Grazie! Terlalu mahal deh. Bila traveling bersama pasangan, maka hal pertama yang harus dihindari adalah bertengkar. Satu sama lain harus saling support, memiliki kadar marah yang rendah dan tidak boleh saling menyalahkan alias harus kompak. ![]() Suami saya paling pintar membaca peta. Maka saya selalu mengandalkan dia. Suatu hari kami nyasar dengan bawaan yang cukup berat. Nah, sebagai pasangan, saya tidak boleh protes atau menggerutu bila keahlian dia hari itu tidak tepat. ![]() Resepsionis hostel memberi kami alamat agen yang menyediakan tiket kereta. Sementara saya mengusulkan untuk langsung pergi ke Santa Justa, stasiun kereta. Akhirnya kami sepakat untuk pergi ke agen yang tempatnya tidak jauh dari hostel. Ternyata... tempatnya jauh dan kami tidak bisa memesan! Akhirnya kami pergi juga ke Santa Justa dan kami sampai setelah DUA JAM! Hahaha... kalau kami adalah peserta The Amazing Race, sudah pasti kami tereliminasi. Jadi ingat yaaa... perjanjian pertama bila traveling bersama pasangan adalah... jangan bertengkar! ;-) ![]() The Netherlands From Denmark we ![]() ![]() Sebelum sarapan, kami berjalan kaki ke stasiun sentral untuk menyimpan satu duffel bag, koper kecil beroda dan tas ransel yang cukup berat karena suami saya keukeuh untuk membawa laptop. Dengan membayar DKK 35 (setara dengan EUR 5) kami menyimpan semua bawaan di loker dan tidak lupa membeli tiket untuk menuju Kastrup sebesar DKK 51. Kami kembali menuju area pedestrian setelah selesai dengan stasiun sentral dan berakhir dengan minum segelas latte yang tinggi dengan sebuah roti danish di Baresso, Vimmelskaftet 48. Pesawat yang akan membawa kami ke Schiphol adalah sterling dan take off malam hari. Pesawatnya sangat sepi penumpang loh. Mungkin kurang dari 15 orang yang pergi ke The Netherlands malam itu. Kami sampai di Schiphol kurang lebih jam 21.30 dan di sana sudah ada Icol & Farid yang menjemput kami. Awww! Senang dong bertemu orang Indonesia di negeri orang. Terlebih lagi mereka berdua dan kami sama-sama lulusan SMA yang sama di Bandung. Icol & Farid lalu mengantar kami ke apartemen Lia Sukri ;-) di Haarlem. Terima kasih ya Lia, kita diizinkan menumpang di apartemennya. Kata Icol, Lia jarang menempati apartemen itu, jadi selama dua malam kami menumpang tidur di sana. Apartemennya enak deh! Besar dan pemandangannya juga enak. Kami berempat mengobrol sampai jam 1.30 pagi. Hahaha... Oh ya saat menonton tv lokal, ada orang Indonesia yang tentu sudah jadi warga negara Belanda, seorang pianist bernama Wibi yang tergila-gila dengan karakter Disney. ![]() Oh ya, satu lagi... toilet-nya cukup membuat tegang karena 'tidak langsung pergi'... hahaha... ps, gambar diambil dari images google. ![]() Foods ![]() Nah, sebelum ke airport, saya dan suami makan di sebuah restoran Arab tidak jauh dari apartemen kami. Daging sapi-nya memang killer sekali! Super lezat! Tapi... saya tidak sengaja menyicip saus yang saya kira saus tomat biasa. Ternyata saus itu pedasss sekaliii!!! Saat pesawat take off, sakit perut itu kembali terasa. Saya tidak berantisipasi untuk membawa sahabat dalam duka saya, si minyak kayu putih. Maka sepanjang penerbangan, saya harus menahan rasa sakit di perut dengan menaruh kedua telapak tangan saya di sana. Sakit perut yang ini masih kelas ringan sih, bukan sakit perut melilit seperti sebelumnya. Gara-gara itu seorang pramugara sampai bertanya pada suami saya apakah saya hamil. Hahahaha... Maka, sampai di Copenhagen saya harus makan yang padat-padat. Kami mampir ke China Box. Saya membeli nasi putih dan sayur ditambah dengan ayam. Sebetulnya ada nasi yang dicampur kacang polong dan sedikit potongan daging kecil (nasi favorit saya!). Tapi biar lebih aman, saya memilih yang putih saja. Sebagai muslim, saya berhati-hati untuk tidak memakan makanan yang mengandung babi. Denmark, tidak seperti Italy, China atau Indonesia... sepertinya tidak memiliki makanan khas. Itu juga apa yang dikatakan teman saya Maria yang orang Denmark. Menurut Maria, yang terkenal, Denmark adalah penghasil babi terbaik di dunia. Karena babi dari Denmark memiliki daging yang lebih banyak (karena gemuk dibandingkan babi dari negara lain) dan babi Denmark memiliki tubuh yang lebih panjang. Tidak mengherankan sih. Pagi di hari kedua kami di Copenhagen, kami sarapan di stasiun sentral. Hampir semua yang disajikan mengandung babi. Maka kami cukup memesan segelas teh hangat dengan roti yang berisi keju saja. Kenapa muslim tidak boleh makan babi? Kenapa muslim harus makan hewan yang disembelih a.k.a halal, suami saya menjelaskan ditinjau dari sudut pandang ilmiah. Yang mana sangat masuk akal. ![]() Oh ya untung juga saya tidak membeli nasi yang ada kacang polong dan daging kecil-kecil itu. Saat buffet di restoran China itu, ada nama dan kandungannya pada tiap makanan. Ternyata nasi yang tidak plain itu memakai daging babi. ![]() Roskilde ![]() Museumnya sendiri menghadap laut dan salah satu dindingnya terbuat dari kaca. Bagus deh! Selain lima kapal Viking, terdapat teater, benda-benda peninggalan Viking dan gift shop. ![]() Karena penggila sejarah, suami saya membeli dua buku tentang Viking. Kalau saya? Apalagi kalau tidak membeli postcard. Mudah dibawa dan yang paling penting, tidak berat. see yourself as a viking? ![]() Esplanaden ![]() Amalienborg ![]() Di sini banyak sekali turis terutama turis-turis yang sedang menikmati masa pensiunnya. Kami bertemu dengan pasangan turis lanjut usia dari Inggris yang masih sangat mesra lho! Berpegangan tangan selalu. ![]() Nyhavn Dengan suhu 0 derajat, matahari baru muncul pada sekitar jam 9 pagi. Itu juga tidak selalu muncul. Kadang-kadang tidak ada matahari sama sekali. Tapi kami beruntung karena kemarin dan hari ini matahari bersinar di Copenhagen. ![]() Nyhavn adalah pelabuhan baru yang dibangun pada kurang lebih 300 tahun yang lalu. Meski sudah berumur, Nyhavn sangat terawat. Dulu, pelabuhan ini dibangun untuk mengurangi 'kemacetan' di pelabuhan utama. Coba lihat deh bangunannya yang berwarna-warni. Persis seperti gambar-gambar di magnet kulkas deh. Oh ya, penulis legendaris HC Andersen juga pernah tinggal di Nyhavn. Di Nyhavn kami memilih untuk melihat Copenhagen dengan kanal tur menggunakan DFDS Canal Tour. Per orang dikenakan biaya DKK 50. Kanal tur ini berlangsung kurang lebih selama 45 menit yang dipandu oleh seorang tour guide yang cantik. ![]() Baresso ![]() ![]() Kalau berkunjung ke Denmark, bagi pecinta kopi, saya menyarankan untuk pergi ke baresso coffeebar. Foto Baresso yang ada di sini berlokasi di area pedestrian. Tepatnya di Vimmelskaftet 48. Menurut informasi barista, pemilik Baresso adalah seorang Danish yang berdarah Italia. Sayangnya, Baresso ini hanya ada di Denmark. Sumpah deh! ![]() ![]() ![]() ![]() |
![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]()
"If you spend too much time thinking about it, then you miss it! Things come.
Keep looking, meet different people, and exchange ideas. There is no rule."
![]() create your traveling map Lonely Planet Real Travel Travbuddy.com Travelpod.com Virtual Tourist air berlin openjet easyjet germanwings excel skyeurope coach surfing: be a guest at someone's house for FREE hostelworld travelpunk whichbudget youth hostel one bag - the art & science of traveling light The universal packing list The Amazing Race
hits ![]() ![]() |